Selasa, 25 Juni 2013

Jodoh oh Jodoh..!

Dear blog..gak jelas nih pagi, lagi belum ada kerjaan juga di kantor mending iseng aja nulis-nulis di blog, dari pada sepi aja nih blog :p Tumben banget yah gw bahas jodoh kali ini, tapi emang topik ini gak bakal basi untuk dibahas..soalnya siapa sih manusia di dunia ini yang gak pengen dapet jodoh kecuali malaikat kali ya :p Dulu waktu remaja saya emang punya impian menikah di umur 25 tahun, entah kenapa di saat semua wanita2 mendambakan untuk menikah muda…saya justru kepikirin angka 25 tahun itu (Ketuaan gak sih?) :p. dan akhirnya hari berganti hari dan tahun berganti tahun dan sampailah ke angka 25 itu..wow gak berasa banget. Kebayanglah semua teman2 sudah pada menikah dan bahkan sudah ada yang punya anak 2, begitupun saya seperti kebanyakan wanita2 lainnya tibalah perasaan dan kekhawatiran yang mengganggu..walau dari dalam hati “I’m Okey To Be Single!!” tapi apa daya tuntutan itu memang harus kita tunaikan  MENIKAH!! Punya keluarga dan keturunan (Yah..kalau tidak menikah bagaimana melanjutkan generasi berikutnya?? Nammuunnn…mana jodohnya?? Itu dia pertanyaan yang menghantui para wanita2 yang sudah di kejar umur..di kejar pertanyaan…di kejar tuntutan orang tua…Arrrggghhh pengen teriak kali yah? Emangnya jodoh bisa di beli di indomaret atau pasar swalayan gitu? Memang sih itu pertanyaan basa-basi doang, tapi tahukan kalau pertanyaan itu sedikat banyaknya mengganggu psikis bahkan membuat diri dowwwnnn se down-downnya! *Lebbay :p Dan disaat itulah mulai muncul perasaan2 negatif begitupun saya sebagai makhluk yang sangat dhoif dan penuh dengan kekurangan. Ada perasaan “Apakah saya begitu bad?” “Apakah saya kurang bergaul?” “Kenapa Allah tidak adil,bla..bla” Intinya pertanyaan2 negatif, menyalahkan mulai muncul…dan sampai akhirnya kita ingin menjauh saja dari keramaian..karena berada di dalam keramaian hanyalah membuat kita seperti bahan tertawaan dan kembali dihantui pertanyaan2 basa-basi yg akhirnya membuat mood kembali buruk untuk beberapa hari kedepan. Saya memang telah memilih jalan hidup untuk tidak berpacaran dari dulu, dan Alhamdulillah saya tidak pernah merasakan bagaimana itu pacaran atau bahkan dekat dengan cowok saja tidak pernah, saya percaya jalan yang saya pilih “Tarbiyah” itu sudah yang terbaik untuk saya, dan saya juga telah mempercayakan jalan jodoh saya melalui tarbiyah ini. Setelah “Tahun Galau itu” akhirnya saya pasrah bahkan saudara kembar saya saja sudah menikah (Ini juga sebagai salah satu bahan pembanding bagi orang2) lalu apa yg harus saya jawab? Kalau memang jodohnya sudah datang dan saya belum? Apakah itu salah saya? Semua memang sudah ada waktunya, sama seperti dulu saya duluan wisuda padahal saudara kembar saya seorang yang sangat cerdas..apakah saudara kembar itu harus sama segalanya..tidak bukan? Tapi..saya anggap itu sebagai bahan ujian kesabaran…walau tidak sekali dua kali kadang air mata menetes begitu saja. Sampai akhirnya saya pada keadaan “Pasrah” hal itu yg dulu pernah saya rasakan saat bimbingan skripsi. Disaat pasrah dan saya benar2 sudah bertekad tidak mau memikirkannya lagi, melupakan dan saya akan mengejar impian saya yang lain..bekerja keras dan saya akan mandiri….saya punya value..saya sangat berharga..dan mulai saat ini saya hanya akan bekerja, beribadah dan memulai untuk mengenal teman2 baru yang akan memberikan saya manfaat Saat itu ramadhan saya iseng saja ke masjid istiqlal ada kajian Ustad Yusuf Mansur, saat itu dia bilang “Bagi para wanita yang saat ini memakai perhiasan, silahkan berdiri dan silahkan buka perhiasan anda..jika anda ikhlas berikan perhiasan anda untuk sumbangan pembagian al-qur’an gratis” entah kenapa saya langsung membukanya dan memberikan tanpa pikir panjang (itu adalah cincin dari uang arisan 1 tahun yang saya cicil tiap bulan),. Ustad bilang bagi kalian yg masih gadis percayalah suatu saat akan datang pada kalian jodoh yang sholeh dan membawakan ganti sebuah cincin mahar untuk kalian, berdiri dan angkat kedua tangan kalian 1 jama’ah di masjid istiqlal ini akan mendo’akan anda-anda yang telah ikhlas berinfak di jalan Allah..saat air mata berasa sudah mengalir aja dan hanya bisa berdo’a dalam hati “Ya Allah mudahkanlah jodohku..jika belum berilah kesabaran yg tak terkira dalam dada kami” Sekitar 6 bulan setelah kejadian itu, guru ngaji saya yg lama mengirim pesan..kalau ada seorang ikhwan yg ingin ta’aruf..awalnya saya males membalasnya..bahkan untuk memberikan CV saya..karena saya sudah “Tidak Begitu Berminat” lagi masalah jodoh ini. Tapi saya kembali berhusnudzon kepada Allah..tidak ada salahnya mencoba tapi jangan begitu berharap. Tak disangka ternyata rumah “Ikhwan” ini Cuma berjarak beberapa meter dari kosan saya yg lama. Dan beginilah jika Allah telah berkehendak hanya terhitung 2.5 bulan dari saya ta’aruf sampai menikah. Akhirnya jadilah ikhwan ini sebagai suami sekaligus abi dari anak saya. My Belove Abi “Syarbeni” (Ampe nama juga mirip :D)
To My Belove Friends..percayalah jodoh itu adalah iman….jika semua usaha, ikhtiar telah kita lakukan..maka jangan khawatir..biar Allah yang mencarikan dengan cara dan jalan yang kadang tidak masuk oleh logika manusia. Percayalah semua kerja keras kita menjaga izzah, memelihara kemuliaan diri, sesungguhnya jodoh seperti itulah yang nanti akan kalian dapatkan. Tetap semangat dan berhusnudzon kepada Allah. Dan dekatkan diri pada majelis2 yang dimuliakan Allah, InsyaAllah tidak lama lagi jodoh akan menjemput. Aammiin :)

Tidak ada komentar: