Kamis, 07 Januari 2010

Penumpang kereta yang ALAY

Assalamu’alaikum, anyong, ohayo guzaimasu!

Dear blog terpaksa deh alpha menyebut mereka dengan penumpang kereta yang alay *dah pada taukan maksudnya alay?* pastinya yang setiap hari naik kereta sudah pada taulah kondisi dan keadaan di dalam kereta, apalagi kalau sudah hari kerja seperti hri senin sampai jum’at duh sumpah padet banget mau express, ekonomi AC apalagi ekonomi bisaa Ampuunnnnnnnn deh, liat aja tuh yang pada naik-naik ke gerbong kereta, di tengah-tengah gerbong bahkan di bagian paling belakang kereta, ada.. aja orang yang bergelantungan *kadang saking prihatinnya jadi pengen ketawa tau..lucu banget* dan sepertinya itu udah gak dilarang *walau ada peraturan untuk melarang* buktinya kok gak ada petugas yang memberi sanksi yang tegas untuk menertibkan mereka. Dan kalau dipikir-pikir mereka juga tidak bisa disalahkan karena memang Jasa kereta api sudah tidak mencukupi untuk penumpang & peminat transportasi yang semakin hari semakin membludak, tau sendirilah kalau jalur kereta paling diminati terutama bagi para karyawan yang bekerja di daerah kota dan sudirman, karena disamping murah dan pastinya bebas dari macet dan debu, he..he..

Nah berhubung alpha kerjanya tergantung project nih *hallahhh*, jadi kerja juga pindah-pindah, kalau dah ngantor di darah kota nih terpaksa deh alpha naik ekonomi biasa, ya..namanya juga karyawan baru ngirit duit ,berkorban dikit naik ekonomi biar bisa ditabungin gt dikit-dikit, nah kalau dah naik di stasiun depok udah deh jangan harap dapat tempat duduk, bisa masuk kedalam aja udah alhamdulillah, itu juga ada yang kakinya di dalem tapi kepalanya diluar *wkwkwk pokok lucu deh kalau dah naik kereta* nah tau sendirilah kalau kondisi di dalam kereta ekonomi SUMPEK, PADET, PANAS, GERAH, KERINGATAN, DORONG-DORONGAN, BAU pokok semua kata sifat yang jelek deh :p *lebay mode on* tapi tau gak ada segerombolan penumpang *dan kayaknya udah satu komunitas atau gank gitu* mungkin mereka dari daerah bogor, bojong, citayam pokok arah utara sana deh mereka gak duduk sih berdiri juga dan sepanjang jalan selalu saja heboh sendiri dengan humor ala mereka yang GARING, JOROK, KAMPUNGAN dan lalu TERTAWA TERBAHAK-BAHAK, SENYARING-NYARINGNYA dan itu benar-benar memekakkan telinga gw, gak enak di dengar dan sumpah *maaf* kampungan banget, dan lebih parahnya lagi itu terus dilanjutin sampai gw turun di station kota, dan keadaan pulang juga seperti itu, *kayaknya di setiap kereta ada deh penghuni seperti itu ha..ha..* dan sumpah benar-benar mengganggu kenyamanan penumpang yang lain, mereka juga sengaja banget ngedorong2 gw lalu main sindir-sindiran “eh bukan muhrimnya tau” *itu lu tau trus kenapa lu semakin menjadi2 nyodor2in badan lu ke gw pengen gw dorong aja keluar* dan terus ngomong dengan sindiran dan tingkah yg semakin menjadi-jadi dan semakin kampungan. Tp gw diem aja menelan ludah dan mengurut dada gw sambil istigfar dalam hati sabar…sabar.., walau ingin rasanya berteriak PLEASE STOP, ..TOLONG HENTIKAN GUYONAN YANG TIDAK BERMUTU INI KARENA SANGAT..SANGAT..SANGAT MENGGANGGU ORANG LAIN, LU NGELUCU..NGEBANYOL TAPI SUMPAH GW GAK PENGEN KETAWA MALAH SEDIKIT MENGGELIKAN, DAN SEBAIKNYA DAN ALANGKAH BAIKNYA ANDA-ANDA SEMUA DIAM KARENA ITU SANGAT MEMBANTU KONDISI INI, SETIDAKNYA OKSIGEN GAK MAKIN HABIS KARENA ANDA TERTAWA DAN BERTERIAK-TERIAK YANG DILUAR BATAS ITU , tapi lagi2 gw berpikir logis bukan salah mereka tapi memang lingkungan mereka yang seperti itu dan maaf mungkin mereka dibesarkan di daerah pinggiran yang sangat minim *inget kampung alpha sendiri yg kondisinya hamper sama* dan mereka mempunyai profesi sebagai tukang ojek, tukang angkot, OB, OG dan profesi semacamnya, makanya gw diem aja perbanyak sabar walau sedikit prihatin seharusnya mereka mendapat pendidikan yang layak, pasti kelakuannya tdk menganggu yg lain seperti itu, oh pemerintah tolong ratakan kesenjangan ini biar mereka mendapatkan pendidikan yg sama seperti yg lain.

Jelas banget bedanya nah sekarang alpha naik ekonomi AC dan mereka cenderung lebih tertib dan ini mungkin para karyawan yang menengah dan pastinya punya pendidikan yg layak juga makanya kelakuannya lebih baik, dan pilihan mereka sangat tepat untuk naik ekonomi AC yang murah tapi masih nyaman tanpa harus kegerahan, dan beda lagi kalau alpha naik express dengan harga Rp.9000 kontras banget sama penumpang ekonomi biasa, kalau diperhatikan dah mulai ada hawa2 jepang, semua mereka sibuk membaca Koran, buku atau majalah dan masih bisa menyempatkan tidur di dalam kereta, sungguh sebuah pemandangan yang sangat bertolak belakang, hm…..miris banget andaikan di Negara ini ada pemerataan yang rata dalam segala lini kehidupan tentu pemandangan2 atau kejadian2 ini it shouldn’t happen..!

0 komentar: